OPINI
KASUS SOAL NO.1 ILMU BUDAYA DASAR
Nasib malang menimpa seorang remaja, warga disebuah daerah di
pedesaan. Dengan usia belasan tahun dan masih duduk di bangku sekolah, ia harus
berjuang sendiri karena orangtuanya sudah meninggal sejak dirinya masih duduk
di sekolah dasar. Dan saat ini ia menjadi anak yatim piatu dan harus berjuang
untuk hidup dan melawan penyakit yang dideritanya. Remaja yang pada awalnya
merupakan remaja yang ceria dan ramah tersebut karena suatu keadaan yang
dialaminya keceriaan tersebut hilang karena kondisinya. Keluarga pengganti
oragtuanya dengan kondisi yang memang kurang mampu, atas dasar saran dari
berbagai pihak maka remaja tersebut di kirimkan ke panti asuhan. Hal ini
dilakukan agar masa depannya bisa lebih terjamin dan sekolahnya bisa berjalan
maksimal. Dengan perasaan sedih, keluarga pun memasukkan ke panti asuhan.
Seiring berjalannya waktu remaja tersebut tumbuh dewasa, tak ada perubahan yang
berarti yang dirasakan olehnya. Remaja tersebut merasa hidupnya penuh dengan
tekanan dan kegelisahan karena merasa hidupnya sudah tidak seperti semasa masih
dengan orangtuanya. Dari luar dia menampilkan keceriaan dan kebahagiaan akan
tetapi ada satu hal yang membuatnya terkadang lelah untuk menjalani semuanya.
Opini saya adalah Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia.
Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan.
Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan
penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi
untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai
kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah
merupakan “risiko” hidup. Dalam kasus yang telah di cantumkan anak
tersebut mengalami penderitaan akibat terbebaninya hidup anak tersebut di
kaibatkan sudah menanggung beban hidup sendiri semenjak menginjak bangku
sekolah dasar karena sudah di tinggalkan oleh kedua orangtuanya dan berjuang
untuk melawan penyakit yang di deritanya. Hal tersebut membuat anak tersebut
mendapat siksaan berupa siksaan batin karena anak tersebut yang dulunya adalah
orang yang ceria berubah menjadi orang yang tidak ceria walaupun setelah dia di
masukkan di panti asuhan dan di luar penampilanya dia menampilkan keceriaan
namun di balik semua itu ada satu hal yang membuatnya merasa lelah untuk
menjalani semuanya karena di sebabkan oleh hal yang di deritakanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar