Kamis, 25 Juni 2020

OPINI KASUS


OPINI KASUS SOAL NO.1 ILMU BUDAYA DASAR

Nasib malang menimpa seorang remaja, warga disebuah daerah di pedesaan. Dengan usia belasan tahun dan masih duduk di bangku sekolah, ia harus berjuang sendiri karena orangtuanya sudah meninggal sejak dirinya masih duduk di sekolah dasar. Dan saat ini ia menjadi anak yatim piatu dan harus berjuang untuk hidup dan melawan penyakit yang dideritanya. Remaja yang pada awalnya merupakan remaja yang ceria dan ramah tersebut karena suatu keadaan yang dialaminya keceriaan tersebut hilang karena kondisinya. Keluarga pengganti oragtuanya dengan kondisi yang memang kurang mampu, atas dasar saran dari berbagai pihak maka remaja tersebut di kirimkan ke panti asuhan. Hal ini dilakukan agar masa depannya bisa lebih terjamin dan sekolahnya bisa berjalan maksimal. Dengan perasaan sedih, keluarga pun memasukkan ke panti asuhan. Seiring berjalannya waktu remaja tersebut tumbuh dewasa, tak ada perubahan yang berarti yang dirasakan olehnya. Remaja tersebut merasa hidupnya penuh dengan tekanan dan kegelisahan karena merasa hidupnya sudah tidak seperti semasa masih dengan orangtuanya. Dari luar dia menampilkan keceriaan dan kebahagiaan akan tetapi ada satu hal yang membuatnya terkadang lelah untuk menjalani semuanya.


Opini saya adalah Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Dalam kasus yang telah di cantumkan anak tersebut mengalami penderitaan akibat terbebaninya hidup anak tersebut di kaibatkan sudah menanggung beban hidup sendiri semenjak menginjak bangku sekolah dasar karena sudah di tinggalkan oleh kedua orangtuanya dan berjuang untuk melawan penyakit yang di deritanya. Hal tersebut membuat anak tersebut mendapat siksaan berupa siksaan batin karena anak tersebut yang dulunya adalah orang yang ceria berubah menjadi orang yang tidak ceria walaupun setelah dia di masukkan di panti asuhan dan di luar penampilanya dia menampilkan keceriaan namun di balik semua itu ada satu hal yang membuatnya merasa lelah untuk menjalani semuanya karena di sebabkan oleh hal yang di deritakanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar